Cowok Open BO Sehari dapat 10 juta Rupiah, Pulang Lebam Sampai Harus Ngesot

#Tags

pengaruh dari pandemi covid-19 memang sangat berat. Bahkan karena saking begitu sulitnya mencari pekerjaan karena terimbas pandemi covid-19 membuat banyak yang mencari jalan pintas. Sebagaimana sudah menjadi rahasia umum kalau banyak wanita yang menawarkan diri lewat BO.

BO adalah booking order. Artinya sebenarnya tidak masalah, yaitu Pemesanan sesuai antrian / urutan. Entah bagaimana mulanya istilah ini taua kadang disebut juga Open BO  malah identik dengan menjajakan diri untuk bersenang-senang yang menjurus ke hal negatif.

Di tengah kehidupan masyarakat urban, Open BO semakin santer terdengar. Mereka menjajakan diri dengan menggunakan aplikasi online, terutama lewat media sosial.  Uniknya kegiatan haram ini tidak hanya dilakukan oleh perempuan, ada juga laki-laki yang menjajakan dirinya dengan cara open BO.

Kisah Open BO Cowok

Sebuah chanel youtube @Langit Entertainment yang dilansir pada 3 Oktober 2021 membongkar ternyata hal ini juga dilakukan para cowok.Para lelaki tampan ini masuk perangkap jadi prostitusi online, atau yang akrab disapa open BO

Dalam unggahan kanal youtube tersebut, para laki-laki tampan dan sempurna yang memperdagangkan dirinya dengan alasan berbagai hal. Mulai dari alasan penasaran, hingga karena butuh uang.  Chanel youtube tersebut menghadirkan 3 narasumber cowok yang mengaku pernah menggeluti open Bo dan kini sudah taubat.Sebut saja namanya Angga, Fuji dan Andre.

Narasumber yang bernama samaran Angga mengisahkan awalnya menjadi cowok open BO gara-gara dunia DJ terguncang akibat covid 19. "Saat itu sepi job di klub Night, saya kan DJ, jadi kadang terpaksa harus ngamen untuk mempertahankan hidup." imbuhnya.

Rupanya saat dirinya menjadi DJ di sebuah club, ada seorang tante yang diam-diam curi pandang. Kemudian mendekati dan meminta nomor hand phonenya.

"Awalnya gitu ngechat setelahnya itu dia bilang mau gak kita jalan atau mau gak kita main ke tempat aku. Saya tanya main apa, saya kan bingung gak ngerti maksud si tante," imbuhnya.

Karena penasaran, Angga pun menjumpai si tante. Keduanya jumpa sambil makan burger di sebuah cafe.

"Siap ngobrol-ngobrol gitu, si tante ngajak ke hotel, dia bilang kamu juga ngantuk kan?"

Si tante tahu saja kalau Angga memang sedang kurang tidur gara-gara DJ semalaman. Angga mulai DJ dari jam 9 malam dan baru selesai jam 5 pagi. Menyadari kondisinya, Angga pun menyetujuinya. Sesampai di hotel, si Tante langsung to the point.

"Tidur sama saya saja oke?"

Itu adalah awal mula Angga yang saat itu masih berusia 20-an tahun menjadi teman bobo tante-tante. Setelah itu, Angga diberikan uang, dan menjadi ketagihan. Yang kemudian berlanjut dari satu tante ke tante yang lain.


Lain lagi pengalaman narasumber lain, sebut saja namanya Fuji. Fuji masuk ke jebakan dunia open BO gara-gara diajak teman clubing dan diperkenalkan dengan seorang pria gay.

"Awalnya sih coba-coba, lama-lama karena banyaknya uang yang didapat, kok jadi enak gitu," ucap Fuji.

Fuji yang awalnya tidak pernah terpikir menyukai sesama laki-laki, luluh juga dalam dekapan Om yang memiliki parfum wangi. Apalagi ketika disodori uang bernilai Rp 10 Juta. Merasa mudah dapat uang, Fuji pun lebih menyukai meladeni pria. Ia mengakui pelanggannya juga ada dari kalangan artis.

Yang paling unik adalah ketika tanpa sengaja pelanggannya adalah ayah dari temannya.

"Itu aku sangat malu sekali. Pas lihat muka yang booking saya kaget, lho kok bapaknya temanku," imbuhnya.

Si Om itu pun langsung bertanya, "Kamu yang sering main ke rumah kan?"

"Wah, aku malu sekali, tapi akhirnya transaksi itu saya batalkan," akunya.

Fuji berhenti menjadi kegiatan open BO-nya ketika suatu kali jumpa pelanggan paling aneh hingga membuat dirinyinya benar-benar taubat.

"Laki-laki itu menyuruh saya ke hotel. Dia seorang eksekutif muda tampan gitu," akunya.

Dari transaksi itu, si pemboking langsung memberikan uang tunai sekitar Rp10 Juta. Dimulai dengan Fuji disuruh kenakan baju ala kantoran, alasannya biar berwibawa.

"Dia meminta tangan saya diikat, kemudian dicambuk dengan mata yang yang sudah diikat penutup mata, dia tidak berhenti mencambuk hingga saya menangis. Wah, setelah itu baru lah saya dieksekusi," kenangnya.

Pria ini pulang ke rumah dengan tubuh yang lembam-lembang dan jalan yang setengah ngesot. Begitu pun masih bersyukur nyawanya selamat.

Lain lagi dengan narasumber Andre juga memiliki pengalaman yang sama. Jumpa dengan tante yang pernah open BO dengannya saat mereka jalan-jalan dengan keluarga di Mall. "Dia lihat saya pura-pura tidak kenal, saya juga gitu," imbuhnya.

Pelaku Cowok Open BO Bertobat

Memiliki banyak uang dari hasil menjual diri diakui 3 pria ini tidak membuat hati tentram.

"Menghadapi pelanggan itu kan aneh-aneh, ada yang tidak mau pakai pengaman, katanya gak berasa. Wah, pernah gara-gara itu saya langsung cek kesehatan ke rumah sakit, takut kena HIV/Aids," terang Angga.

Meskipun uang banyak, tiga pria ini mengakui uangnya habis begitu saja.

"Macam uang hantu dimakan setan. Tidak ada berkahnya. Seperti api yang disiram bensin. Sebentar saja di tangan," tuturnya.

Ketiganya termotivasi untuk taubat dan berhenti dari Open BO ada yang karena takut terjangkit HIV dan merasa harga diri terusik.

"Ada rasa malu dan takut di hati. Mendingan cari uang dari halal-halal saja deh, sekarang saya sudah jadi translate film-film di youtube," ujarnya.