PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR (BARU MAU) MENCARI SOLUSI UNTUK KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

#Tags

Sudah 7 hari tahun ajaran baru pendidikan tahun 2020 dimulai, sejak tanggal 13 Juli 2020. Sesuai dengan instruksi mendiknas, dan pejabat daerah yang sepakat sekolah hanya dibuka di daerah dengan status zona hijau. Sayangnya, sebagian besar daerah di Jawa Barat, terutama Kabupaten Bogor belum berstatus zona hijau, sehingga sekolah belum diizinkan buka.


belajar daring
Seorang siswa SD mengerjakan ulangan praktek mata pelajaran IPA tentang Identifikasi Sifat Campuran melalui media daring di rumahnya, Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (11 Mei 2020)
Sumber : Antara Foto


Loker Bogor Terbaru Lowongan Kerja Admin Online Shop

Yang membuat miris adalah sebuah artikel dari Pikiran Rakyat, menyebut - Pemerintah Kabupaten Bogor tengah mempelajari secara mendalam tentang proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19.  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna, Rabu 15 Juli 2020 mengatakan, sejak diberlakukannya belajar secara daring atau online, dirasakan ada sejumlah hambatan.

Tentu saja hambatan akan ada, tapi menjadi pertanyaan, kenapa tidak jauh-jauh hari dicari solusinya ? Padahal sudah ada sinyal bahwa mungkin wabah covid-19 mungkin berlangsung lebih lama.

Di portal berita lain di kompas dot com,  Entis Sutisna memberikan solusi melibatkan para guru dalam memberi penugasan ke rumah setiap anak didik dengan menerapkan protokol kesehatan. Sementara untuk siswa sekolah dasar (SD) tanggung jawabnya dibebankan kepada wali kelasnya masing-masing. Adapun metodenya dengan mengunjungi rumah dari pintu ke pintu, kemudian meluangkan waktu beberapa jam untuk memberi tugas melalui orangtua siswa.

Hingga saat ini, banyak sekolah negeri belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru. Guru dan sekolah bingung harus melakukan apa.

Masih dari harian PR, Senin 13 Juli 2020 lalu Bupati Bogor mengundang para stakeholder pendidikan dari kalangan akademisi, guru dan pimpinan pesantren bersama dinas pendidikan untuk menerima sejumlah opsi atau alternatif yang akan menjadi produk kebijakan.

Barangkali sudah terlambat sekali membicarakan itu, sementara tahun ajaran baru sudah dimulai. Tetapi lebih baik terlambat daripada tidak. Tapi berharap sekali bahwa apa pun hasilnya, tidak mengorbankan anak, dan hanya mempertimbangan faktor ekonomi dan politik saja.