Penyebab Bersin, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

#Tags

Bogor, halamanbogor.com -- Salah satu respon tubuh untuk mengatasi iritasi dari hidung atau tenggorokan adalah dengan bersin. Bersin dapat juga diartikan sebagai pengusiran bakteri ke udara secara kuat. Bersin sering diremehkan karena tidak menimbulkan gangguan yang serius. Namun, jika Anda sering bersin bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sepertinya Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter

Penyebab Bersin

Ketika ada sesuatu yang bisa mengganggu hidung, sebuah pesan akan dikirim ke bagian otak di mana pusat bersin berada. Kemudian pusat bersin mengirimkan pesan ke otot-otot tertentu seperti otot tenggorokan bagian belakang, otot yang mengatur pita suara, otot kelopak mata, otot perut dan otot dada. Sejumlah otot ini bekerja sama untuk membuat seseorang bersin.

Berikut adalah beberapa penyebab bersin lainnya yang harus Anda ketahui, di antaranya:

1. Alergi

Penyebab bersin yang paling umum disebabkan oleh alergi. Alergi adalah respon tubuh dalam menghadapi organisme asing. Pada keadaan normal, sistem kekebalan tubuh akan melindungi tubuh dari bakteri dan faktor-faktor berbahaya lainnya.

Apabila Anda memiliki alergi, tubuh Anda akan mengidentifikasinya sebagai organisme berbahaya. Ketika tubuh mencoba untuk melawan organisme ini, Anda akan bersin.

2. Iritan

Iritan yang berada di udara atau tertelan bisa menyebabkan bersin konstan apabila Anda tidak berusaha untuk mengurangi paparan terhadap iritan. Debu organik atau anorganik adalah beberapa pemicu paling umum yang terjadi. Selain itu, paparan asap rokok, perubahan hormonal, parfum, makanan pedas, hingga stres.

3. Infeksi

Infeksi yang ada di saluran pernapasan juga bisa menyebabkan terjadinya bersin. Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Selain itu, Anda juga bisa menjadi korban infeksi virus yang menyebabkan rhinitis menular, kondisi ini biasanya terjadi karena adenovirus dan rhinovirus. Rhinitis juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri (berkaitan dengan sinusitis).

4. Olahraga

Penyebab bersin yang banyak orang tidak menyangka adalah olahraga. Ketika Anda mengerahkan tenaga dengan berlebihan, Anda akan mengalami hiperventilasi dan membuat hidung dan mulut mengering. Ketika hidung bereaksi dengan mengeluarkan cairan, maka bersin bisa terjadi.

5. Obat-obatan

Rhinitis bisa Anda alami ketika mengonsumsi obat-obatan tertentu dan menyebabkan gejala bersin konstan. Beberapa obat tersebut antara lain: pil KB, obat untuk mengatasi disfungsi ereksi, antidepresan, steroid anti-inflamasi, obat penenang, beta-blocker dan dekongestan nasal.

6. Sinar matahari

Meski matahari adalah sesuatu yang baik bagi tubuh, pada beberapa kasus tertentu, ada orang orang yang akan bersin ketika terkena sinar matahari. Faktor keturunan adalah penyebab kenapa seseorang bisa mengalami hal ini.

7. Berhubungan seks

Pada beberapa kasus, saat seseorang melakukan hubungan seksual dan mencapai orgasme, orang tersebut bisa mengalami bersin.

Klasifikasi Bersin

Berdasarkan sifat berlangsungnya bersin dibagi menjadi dua:

  1. Intermiten (kadang-kadang), bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu.
  2. Persisten atau menetap, bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu.

Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rhinitis alergi dibagi menjadi dua:

  1. Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktivitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu.
  2. Sedang atau berat, bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut di atas.


Gejala Bersin

Sebetulnya bersin merupakan gejala yang normal, terutama pada pagi hari atau bila terdapat kontak dengan sejumlah besar debu. Manfaat bersin ini merupakan mekanisme fisiologik yaitu self cleaning process.

Bersin dianggap patologis, bila terjadinya lebih dari 5 kali setiap serangan, sebagai akibat dilepaskannya histamin. Disebut juga sebagai bersin patologis, berikut tanda bersin yang bisa dikenali, antara lain:

  • Keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak.
  • Hidung tersumbat.
  • Hidung dan mata gatal.
  • Terkadang disertai dengan lakrimasi (banyak air mata keluar).

Guna mengetahui apakah bersin Anda disebabkan oleh alegi atau kondisi lain, pemeriksaan dengan dokter spesialis THT diperlukan. Bahkan, jika diperlukan dokter THT dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam jika diduga bersin disebabkan oleh alergi.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi bersin yang bisa terjadi, antara lain:

  • Polip hidung.
  • Sinusitis paranasal.
  • Otitis media yang sering residif/berulang, terutama pada anak-anak.
  • Asma bronkial. Pasien alergi hidung memiliki risiko empat kali lebih besar mendapat asma bronkial.

Pada beberapa kasus (khususnya pada anak-anak), orang mungkin memperoleh alergi seiring dengan sistem imun yang menjadi kurang sensitif pada alergen. Efek sistemik, termasuk lelah, lesu, dan mengantuk dapat muncul dari respons peradangan. Gejala-gejala ini sering menambah perburukan kualitas hidup.


Pengobatan Bersin

Salah satu cara mengatasi bersin terus menerus yang terbaik adalah menghindari hal-hal yang memicu bersin. Berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa Anda gunakan, di antaranya:

  • Antihistamin adalah obat non-resep dan obat resep yang berguna untuk meringankan gejala. Sementara beberapa obat anti-alergi yang paling umum adalah cetirizine (Zyrtec) dan loratadine (Claritin).
  • Suntikan alergi yang mengandung alergen murni bisa saja diberikan jika Anda memiliki alergi yang parah. Mengekspos tubuh terhadap alergen dosis kecil dapat membantu mencegah tubuh Anda menimbulkan alergi jika terpapar alergen di masa depan.
  • Jika Anda menderita infeksi seperti flu, pilihan perawatan yang bisa dilakukan terbatas. Anda bisa menggunakan semprotan hidung untuk meredakan hidung tersumbat atau berair. Guna mempercepat waktu pemulihan Anda bisa mengonsumsi obat antivirus.

Pencegahan Bersin

Selain dengan bantuan obat-obatan, Anda juga dapat membuat beberapa perubahan sederhana di rumah untuk mengurangi bersin. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Menjaga kelembapan udara

Menjaga kelembapan udara bisa dilakukan menggunakan humidifier. Alat ini bisa ditempatkan di ruang utama atau kamar untuk menjaga kualitas udara sekaligus mencegah alergi semakin parah.

2. Menjaga kebersihan

Selain menjaga kelembapan udara, hal penting lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah menjaga kebersihan rumah. Rutinlah untuk membersihkan kamar dengan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut satu minggu sekali. Hindari menumpuk boneka atau barang di dalam kamar.

Barang-barang di dalam rumah yang juga tidak boleh Anda lewatkan untuk dibersihkan seperti kipas angin dan AC. Sementara itu, jangan lupa untuk menjaga kebersihan diri dengan mandi dan mengganti pakaian secara rutin.

 

Artikel Informasi Kesehatan Lainnya